Eksfoliasi wajah adalah salah satu langkah perawatan kulit yang dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat permukaan kulit terasa lebih halus. Namun, eksfoliasi bukan berarti semakin sering dilakukan semakin baik. Jika terlalu agresif atau terlalu sering, kulit justru dapat mengalami kering, kemerahan, perih, hingga gangguan skin barrier.
Cara eksfoliasi wajah yang benar adalah memilih jenis eksfoliasi sesuai kondisi kulit, menggunakannya secara bertahap, tidak menggabungkan terlalu banyak bahan aktif sekaligus, serta selalu menjaga kelembapan dan perlindungan kulit dari sinar matahari. (Cleveland Clinic)
Artikel ini membahas cara eksfoliasi wajah yang benar di rumah, manfaatnya, seberapa sering sebaiknya dilakukan berdasarkan kondisi kulit, serta kesalahan yang perlu dihindari agar kulit tetap sehat.
Apa Itu Eksfoliasi Wajah?
Eksfoliasi wajah adalah proses membantu mengangkat sel kulit mati yang berada di permukaan kulit. Proses ini dapat dilakukan menggunakan metode fisik maupun kimiawi.
Eksfoliasi fisik menggunakan gesekan atau alat tertentu untuk membantu mengangkat sel kulit mati, sedangkan eksfoliasi kimiawi menggunakan bahan seperti AHA atau BHA untuk membantu melepaskan sel kulit mati dari permukaan kulit. (Cleveland Clinic)
Tujuan eksfoliasi bukan untuk membuat kulit terasa “terkelupas”, melainkan membantu menjaga permukaan kulit tetap halus tanpa merusak lapisan pelindungnya.
Apakah semua orang perlu eksfoliasi?
Tidak selalu. Eksfoliasi dapat menjadi bagian dari rutinitas skincare, tetapi kebutuhan setiap orang berbeda. Kulit sensitif, sedang iritasi, atau mengalami gangguan skin barrier mungkin justru membutuhkan rutinitas yang lebih sederhana tanpa eksfoliasi untuk sementara.
Karena itu, kondisi kulit harus menjadi pertimbangan utama sebelum menentukan jenis dan frekuensi eksfoliasi.
Apa Manfaat Eksfoliasi Wajah?
Jika dilakukan dengan tepat, eksfoliasi dapat memberikan beberapa manfaat untuk penampilan dan tekstur kulit.
1. Membantu mengangkat sel kulit mati
Sel kulit mati yang menumpuk dapat membuat permukaan kulit terlihat kusam dan terasa kasar. Eksfoliasi membantu proses pengelupasan lapisan permukaan kulit secara terkontrol.
2. Membuat tekstur kulit terasa lebih halus
Dengan berkurangnya penumpukan sel kulit mati, kulit dapat terasa lebih lembut dan permukaannya tampak lebih rata.
3. Membantu kulit terlihat lebih cerah
Kulit kusam dapat dipengaruhi oleh penumpukan sel kulit mati di permukaan. Eksfoliasi yang dilakukan secara tepat dapat membantu membuat kulit terlihat lebih segar.
4. Membantu menjaga pori-pori tetap bersih
Jenis eksfoliasi tertentu, terutama yang mengandung BHA seperti salicylic acid, dapat membantu menangani minyak dan penumpukan di dalam pori-pori. (Cleveland Clinic)
5. Membantu memperbaiki tampilan warna kulit tidak merata
Eksfoliasi kimia tertentu dapat digunakan dalam perawatan masalah seperti tekstur tidak rata dan perubahan warna kulit. Namun, bahan aktif dan konsentrasinya perlu disesuaikan dengan kondisi kulit. (American Academy of Dermatology)
Jenis Eksfoliasi Wajah yang Perlu Diketahui
Secara umum, eksfoliasi dapat dibagi menjadi dua jenis utama.
Untuk penggunaan di rumah, jangan hanya mempertimbangkan hasil instan. Metode yang membuat kulit terasa sangat “kesat” atau perih setelah digunakan bukan berarti lebih efektif.
Dermatolog juga mengingatkan bahwa eksfoliasi berlebihan dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu skin barrier. (Cleveland Clinic)
Cara Eksfoliasi Wajah yang Benar
Berikut langkah sederhana yang dapat digunakan sebagai panduan saat melakukan eksfoliasi di rumah.
1. Kenali kondisi kulit terlebih dahulu
Sebelum menggunakan produk eksfoliasi, perhatikan kondisi kulit.
Apakah kulit terasa:
- normal dan nyaman?
- berminyak?
- kering atau mudah mengelupas?
- sensitif?
- sedang mengalami kemerahan?
- memiliki jerawat aktif?
- terasa perih ketika menggunakan skincare?
Jangan langsung melakukan eksfoliasi hanya karena kulit terlihat kusam.
Jika kulit sedang terasa perih, terbakar, sangat kering, atau mengalami iritasi, sebaiknya prioritaskan pemulihan skin barrier terlebih dahulu.
2. Pilih jenis eksfoliasi yang sesuai
Tidak semua produk eksfoliasi bekerja dengan cara yang sama.
AHA seperti glycolic acid atau lactic acid umumnya bekerja pada permukaan kulit dan sering digunakan untuk membantu memperbaiki tekstur serta tampilan kulit kusam.
BHA, seperti salicylic acid, bersifat larut dalam minyak sehingga dapat membantu menangani minyak dan penumpukan di dalam pori-pori. (Cleveland Clinic)
Sementara itu, eksfoliasi fisik membutuhkan perhatian ekstra karena gesekan yang terlalu kuat dapat menyebabkan iritasi.
3. Bersihkan wajah terlebih dahulu
Gunakan pembersih wajah yang lembut sebelum melakukan eksfoliasi.
Hindari membersihkan wajah dengan cara menggosok terlalu keras. Tujuannya adalah membersihkan kulit, bukan membuat kulit terasa kesat berlebihan.
Setelah wajah bersih, ikuti petunjuk penggunaan produk eksfoliasi yang digunakan.
4. Gunakan produk sesuai petunjuk
Ini adalah bagian yang sering diabaikan.
Jangan berpikir bahwa menggunakan produk lebih banyak atau lebih lama akan menghasilkan efek yang lebih cepat.
Untuk produk eksfoliasi kimia, ikuti aturan pemakaian, konsentrasi, durasi, dan frekuensi yang tercantum pada produk.
AAD juga mengingatkan bahwa penggunaan chemical peel dengan kekuatan tertentu sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan tenaga profesional yang terlatih. (American Academy of Dermatology)
5. Jangan menggosok wajah dengan keras
Jika menggunakan eksfoliasi fisik, lakukan dengan lembut.
Tidak perlu menekan atau menggosok wajah sampai kulit terasa panas dan merah.
Kulit yang terasa perih setelah eksfoliasi bukan tanda bahwa prosesnya berhasil.
Justru, rasa perih berlebihan dapat menjadi tanda kulit mengalami iritasi.
6. Gunakan pelembap setelah eksfoliasi
Setelah eksfoliasi, jangan lupa menjaga kelembapan kulit.
Penggunaan pelembap membantu mendukung skin barrier, terutama jika kulit terasa lebih kering setelah menggunakan bahan eksfoliasi.
AAD juga merekomendasikan bahan pelembap seperti hyaluronic acid, ceramides, dan glycerin untuk membantu menjaga hidrasi kulit. (American Academy of Dermatology)
7. Jangan lupakan sunscreen
Perlindungan terhadap sinar matahari tetap penting, terutama ketika menggunakan produk yang mengandung bahan eksfoliasi.
Penggunaan facial acids dapat membuat kulit lebih rentan terhadap efek sinar matahari, sehingga penggunaan sunscreen menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit. (Cleveland Clinic)
Untuk rutinitas pagi, gunakan sunscreen dengan SPF yang memadai dan aplikasikan kembali sesuai kebutuhan, terutama ketika banyak beraktivitas di luar ruangan.
Seberapa Sering Eksfoliasi Wajah Sebaiknya Dilakukan?
Tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang.
Frekuensi eksfoliasi perlu disesuaikan dengan jenis kulit, bahan aktif, konsentrasi produk, metode eksfoliasi, serta toleransi kulit.
Sebagai panduan awal, jangan langsung melakukan eksfoliasi terlalu sering. Mulailah secara perlahan dan lihat respons kulit.
Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa eksfoliasi wajah yang terlalu sering dapat menyebabkan kulit cepat kering dan memperburuk masalah tertentu. (Cleveland Clinic)
Catatan: tabel tersebut merupakan panduan awal, bukan aturan medis yang berlaku untuk semua orang. Jika kulit mudah iritasi atau memiliki masalah kulit tertentu, konsultasikan dengan dokter kulit sebelum meningkatkan frekuensi eksfoliasi.
✨ Sudah Tahu Jenis Kulitmu?
Sebelum menentukan produk eksfoliasi, penting untuk memahami jenis dan kondisi kulit terlebih dahulu. Dengan begitu, rutinitas skincare bisa disesuaikan dan risiko iritasi dapat diminimalkan.
👉 Baca juga: Panduan Skincare Lengkap: Cara Memilih dan Menggunakan Skincare Sesuai Jenis Kulit
Kapan Sebaiknya Tidak Melakukan Eksfoliasi?
Ada kondisi tertentu ketika eksfoliasi sebaiknya ditunda.
Hindari atau hentikan sementara eksfoliasi jika kulit:
- sedang mengalami iritasi;
- terasa terbakar atau perih;
- sangat kering dan pecah-pecah;
- mengalami kemerahan yang tidak biasa;
- mengalami luka;
- baru menjalani prosedur dermatologis tertentu;
- menunjukkan tanda reaksi alergi terhadap produk.
Jika iritasi berat, bengkak, luka, atau keluhan kulit menetap muncul, sebaiknya periksakan ke dokter kulit.
8 Kesalahan Eksfoliasi Wajah yang Sering Dilakukan
1. Mengira semakin sering semakin bagus
Ini adalah salah satu kesalahan terbesar.
Eksfoliasi yang terlalu sering dapat membuat kulit kehilangan kelembapan dan mengalami iritasi. (Cleveland Clinic)
2. Menggosok wajah terlalu keras
Scrub yang digunakan dengan tekanan berlebihan dapat meningkatkan gesekan pada kulit.
Kulit wajah tidak perlu digosok sampai merah untuk mendapatkan hasil yang baik.
3. Menggunakan beberapa exfoliant sekaligus
Misalnya menggunakan AHA, BHA, scrub, exfoliating toner, dan produk aktif lainnya dalam waktu berdekatan.
Masalahnya bukan hanya satu produk, tetapi total beban bahan aktif yang diterima kulit.
4. Eksfoliasi ketika skin barrier sedang bermasalah
Jika kulit sedang terasa perih dan kering, menambahkan eksfoliasi justru dapat memperburuk iritasi.
Prioritaskan pembersihan yang lembut, hidrasi, pelembap, dan perlindungan terhadap matahari terlebih dahulu.
5. Mengabaikan sunscreen
Eksfoliasi tidak menggantikan perlindungan terhadap sinar UV.
Justru setelah menggunakan facial acids, perlindungan terhadap matahari menjadi semakin penting. (Cleveland Clinic)
6. Memilih produk hanya berdasarkan sensasi
Sensasi tingling atau rasa “cekit-cekit” tidak otomatis berarti produk sedang bekerja lebih baik.
Jangan menjadikan rasa perih sebagai indikator keberhasilan eksfoliasi.
7. Mengikuti rutinitas orang lain tanpa menyesuaikan kondisi kulit
Skincare yang cocok untuk kulit orang lain belum tentu cocok untuk kulit sendiri.
Jenis kulit, kondisi kulit, produk lain yang digunakan, dan toleransi terhadap bahan aktif perlu dipertimbangkan.
8. Tidak memberi waktu kulit untuk beradaptasi
Jika baru mulai menggunakan exfoliant, jangan langsung mengikuti frekuensi tinggi.
Pendekatan bertahap lebih masuk akal daripada memaksakan kulit mengikuti rutinitas yang terlalu agresif.
Eksfoliasi untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat, Apakah Boleh?
Boleh, tetapi harus dilakukan dengan hati-hati.
Untuk kulit berminyak dan rentan berjerawat, bahan seperti salicylic acid/BHA dapat menjadi salah satu pilihan karena sifatnya yang larut dalam minyak dan dapat membantu membersihkan penumpukan di dalam pori. (Cleveland Clinic)
Namun, jerawat tidak berarti kulit harus terus-menerus dieksfoliasi.
Jika kulit mengalami jerawat meradang, kemerahan, atau iritasi, pendekatan yang terlalu agresif justru dapat memperburuk kondisi kulit.
Jadi, fokusnya bukan:
“Bagaimana supaya kulit terkelupas sebanyak mungkin?”
Melainkan:
“Bagaimana membantu kulit melakukan eksfoliasi tanpa mengganggu skin barrier?”
🌿 Punya Kulit Sensitif dan Berjerawat?
Eksfoliasi pada kulit sensitif dan berjerawat perlu dilakukan dengan lebih hati-hati. Kenali bahan aktif, frekuensi penggunaan, dan cara memilih skincare yang sesuai agar perawatan kulit tidak justru memicu iritasi.
Pelajari panduan lengkapnya:
👉
Kulit Sensitif dan Berjerawat: Cara Memilih Skincare yang Tepat
Eksfoliasi dan Rutinitas Skincare Dermalovia
Setelah melakukan eksfoliasi, rutinitas skincare sebaiknya dibuat lebih sederhana dan fokus pada menjaga kenyamanan kulit.
Untuk pengguna Dermalovia, produk perawatan dasar seperti facial wash, toner, pelembap, dan sunscreen dapat ditempatkan sesuai kebutuhan kulit dan rutinitas yang sedang digunakan.
Misalnya, setelah malam eksfoliasi, tidak perlu menumpuk banyak bahan aktif. Bersihkan wajah dengan lembut, gunakan produk hidrasi yang sesuai, kemudian pelembap bila diperlukan.
Untuk kulit berminyak atau berjerawat, Dermalovia Facial Wash Acne TTO dapat menjadi salah satu pilihan pembersih dalam rutinitas dasar, sedangkan produk Dermalovia lainnya sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi dan kebutuhan kulit.
Soft selling seperti ini lebih aman daripada menganggap semua produk skincare harus digunakan bersamaan. Prinsip utamanya tetap: kenali kulit, gunakan produk sesuai fungsi, dan jangan berlebihan.
Contoh Rutinitas Skincare pada Hari Eksfoliasi
Malam
- Bersihkan wajah dengan gentle cleansing.
- Gunakan produk eksfoliasi sesuai petunjuk.
- Hindari menumpuk terlalu banyak bahan aktif.
- Gunakan produk yang membantu menjaga kelembapan kulit.
- Gunakan pelembap jika dibutuhkan.
Pagi berikutnya
- Bersihkan wajah secara lembut.
- Gunakan produk hidrasi yang sesuai.
- Gunakan pelembap bila diperlukan.
- Gunakan sunscreen.
Rutinitas sederhana sering kali lebih mudah dipertahankan daripada rutinitas panjang yang berisiko membuat terlalu banyak bahan aktif digunakan sekaligus.
💚 Eksfoliasi Hanyalah Salah Satu Langkah Skincare
Setelah memahami cara eksfoliasi yang benar, jangan lupa memperhatikan urutan penggunaan skincare pagi dan malam agar setiap produk digunakan secara tepat.
Baca Panduan Urutan Skincare →Bagaimana Mengetahui Eksfoliasi Terlalu Berlebihan?
Perhatikan respons kulit setelah menggunakan produk eksfoliasi.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- kulit terasa sangat kering;
- terasa tertarik;
- muncul rasa perih;
- kemerahan;
- kulit terasa panas;
- mengelupas secara berlebihan;
- skincare yang sebelumnya nyaman tiba-tiba terasa menyengat;
- muncul iritasi atau sensasi terbakar.
Jika tanda tersebut muncul, jangan menambah frekuensi eksfoliasi.
Sebaiknya hentikan sementara produk yang berpotensi mengiritasi dan kembali ke rutinitas dasar yang lembut sampai kulit terasa lebih nyaman.
Penggunaan bahan keratolitik secara berlebihan juga dapat menyebabkan kulit menjadi mentah dan teriritasi. (American Academy of Dermatology)
Apakah Eksfoliasi Bisa Membuat Kulit Lebih Cerah?
Bisa membantu membuat kulit tampak lebih cerah dan segar, terutama jika kusam berkaitan dengan penumpukan sel kulit mati di permukaan.
Namun, eksfoliasi bukan solusi tunggal untuk semua masalah pigmentasi.
Untuk noda hitam, melasma, atau perubahan warna kulit yang menetap, diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif dan terkadang evaluasi dokter kulit. Chemical peel sendiri dapat digunakan dokter untuk sejumlah kondisi seperti acne tertentu, perubahan warna, dan tekstur kulit. (American Academy of Dermatology)
💚 Lengkapi Rutinitas Skincare-mu dengan Dermalovia
Eksfoliasi tidak perlu dilakukan secara berlebihan. Setelah eksfoliasi, kulit tetap membutuhkan rutinitas dasar yang lembut, seperti membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Dermalovia menghadirkan pilihan skincare untuk membantu kamu membangun rutinitas perawatan kulit sesuai kebutuhan. Pilih produk berdasarkan jenis dan kondisi kulit, bukan sekadar mengikuti tren.
Eksfoliasi Wajah yang Benar: Prinsip Sederhananya
Jika ingin mengingat semuanya dengan mudah, gunakan prinsip “sedikit tetapi konsisten.”
Kenali kulit ? pilih eksfoliasi yang sesuai ? mulai perlahan ? jangan menumpuk bahan aktif ? jaga kelembapan ? gunakan sunscreen ? evaluasi respons kulit.
Tidak perlu mengejar kulit yang langsung terlihat sangat licin setelah satu kali pemakaian.
Perawatan kulit yang baik adalah perawatan yang dapat dilakukan secara konsisten tanpa membuat kulit terus-menerus mengalami iritasi.
FAQ Eksfoliasi Wajah
1. Eksfoliasi wajah sebaiknya dilakukan berapa kali seminggu?
Frekuensinya bergantung pada kondisi kulit dan jenis produk. Sebagai pendekatan awal, penggunaan sekitar satu kali seminggu dapat menjadi titik awal bagi sebagian orang, kemudian dievaluasi berdasarkan toleransi kulit. Jangan meningkatkan frekuensi jika kulit sudah menunjukkan tanda kering atau iritasi.
2. Apakah kulit berjerawat boleh eksfoliasi?
Boleh, tetapi harus hati-hati. Bahan seperti salicylic acid dapat membantu kulit berminyak dan rentan berjerawat, tetapi eksfoliasi agresif atau menggosok jerawat aktif harus dihindari.
3. Apakah eksfoliasi bisa dilakukan setiap hari?
Tidak ada kebutuhan untuk menjadikan eksfoliasi sebagai rutinitas harian bagi semua orang. Penggunaan terlalu sering dapat meningkatkan risiko kering dan iritasi. (Cleveland Clinic)
4. Lebih bagus scrub atau AHA/BHA?
Tidak ada jawaban yang sama untuk semua orang. Pilih berdasarkan kondisi kulit dan toleransinya. Kulit sensitif sebaiknya ekstra hati-hati terhadap metode yang menimbulkan banyak gesekan atau bahan aktif yang terlalu kuat.
5. Bolehkah memakai serum setelah eksfoliasi?
Boleh menggunakan produk yang sesuai dan tidak mengandung terlalu banyak bahan aktif yang berpotensi mengiritasi. Jika baru mulai eksfoliasi, rutinitas yang sederhana biasanya lebih aman.
6. Apakah setelah eksfoliasi harus memakai moisturizer?
Sangat dianjurkan menjaga kelembapan kulit setelah eksfoliasi, terutama jika kulit terasa kering. Pelembap membantu mendukung skin barrier.
7. Apakah sunscreen wajib setelah eksfoliasi?
Ya. Sunscreen merupakan bagian penting dari rutinitas pagi, terlebih ketika menggunakan produk dengan facial acids yang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap sinar matahari. (Cleveland Clinic)
8. Kapan harus berhenti eksfoliasi?
Hentikan sementara jika kulit menjadi sangat kering, merah, perih, terasa terbakar, atau menunjukkan tanda iritasi. Fokuskan rutinitas pada pembersihan lembut dan menjaga kelembapan kulit sampai kondisinya membaik.
📍 Mencari Skincare di Klaten?
Jika kamu berada di Klaten dan sedang mencari informasi seputar pemilihan skincare, jenis kulit, serta perawatan wajah, baca panduan berikut untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
Kesimpulan
Cara eksfoliasi wajah yang benar bukan tentang seberapa sering kulit dikelupas, tetapi bagaimana melakukannya sesuai kebutuhan kulit tanpa merusak skin barrier.
Mulailah dengan frekuensi rendah, pilih jenis eksfoliasi yang sesuai, hindari menggosok wajah terlalu keras, jangan menumpuk terlalu banyak bahan aktif, gunakan pelembap, dan jangan lupa sunscreen.
Jika kulit sedang sensitif atau mengalami iritasi, jangan memaksakan eksfoliasi. Dalam skincare, hasil yang baik bukan berasal dari rutinitas yang paling agresif, tetapi dari rutinitas yang sesuai, konsisten, dan dapat ditoleransi kulit.
Untuk memahami dasar-dasar eksfoliasi secara lebih lengkap, pembaca juga dapat melanjutkan ke artikel “Eksfoliasi Wajah: Apa Manfaatnya dan Seberapa Sering Sebaiknya Dilakukan?” sebagai artikel pendukung.
1 thought on “Cara Eksfoliasi Wajah yang Benar: Manfaat, Frekuensi, dan Kesalahan yang Harus Dihindari”